Jakarta, Aktual.co — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi
rencananya akan mengerahkan ratusan dai dan ulamanya untuk ikut
memenangkan calon presidennya Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pemilihan
Presiden RI 2014.
"Sudah banyak dai atau penceramah dan ulama
yang menyatakan diri siap memenangkan Jokowi-JK untuk menjadi Presiden
dan Wapres periode 2014-2019, bahkan dai yang tergabung di PKB juga akan
kami kerahkan untuk memenangkan pilpres ini," kata Ketua Dewan Pimpinan
Cabang PKB Kabupaten Sukabumi, Asep Supriatna, Jumat (23/5).
Menurut
Asep, rencananya setiap dai dan ulama yang akan dikerahkan di setiap
kecamatan minimalnya 15 orang, sehingga jumlah totalnya mencapai 705 dai
dan ulama yang tersebar di 47 kecamatan, namun tidak menutup
kemungkinan jumlah pemuka agama yang ikut bergabung akan terus
bertambah.
Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan istigosah
yang akan melibatkan ribuan santri, pemuka agama, ulama, dai dan kyai
untuk bersama-sama mendoakan pasangan Jokowi-JK agar bisa memenangkan
pilpres yang akan digelar pada 9 Juli mendatang. Selain itu, dengan
dukungan dan doa ini akan membantu untuk memuluskan langkah capres dan
cawapres yang diusung oleh koalisi empat partai politik yakni PKP, PDI
Perjuangan, Partai Nasdem dan Partai Hanura ditambah satu parpol yang
baru menyatakan diri bergabung yakni Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia (PKPI).
"Tidak hanya di Kabupaten Sukabumi saja yang
akan mengerahkan tokoh agama dan santri untuk memenangkan duet Jokowi-JK
di daerah lain pun akan melakukan hal yang sama dan kami yakin capres
yang kami usung ini akan memenangkan pilpres dengan suara yang telak
walaupun koalisi yang kami bangun tidak menggunakan "tenda besar","
tambahnya.
Di sisi lain, dengan pengerahan pemuga agama Islam ini
adalah untuk menghadang isu SARA yang dilontarkan oleh oknum yang tidak
senang serta takut dengan majunya Jokowi-JK sebagai pasangan capres dan
cawapres. Karena selama ini kedua calon tersebut adalah orang yang
bersih, jujur dan tegas sehingga satu-satunya jalan menjegal langkah
keduanya adalah dengan cara melemparkan isu SARA yang khususnya
ditujukan kepada Jokowi.
Namun demikian, masyarakat pun sudah
paham dan cerdas dalam memilih calon pemimpin bangsa ini ke depan,
sehingga isu-isu negatif dipastikan akan mati di tengah jalan, bahkan
pihaknya optimis khusus untuk di Kabupaten Sukabumi suara masyarakat
yang akan diberikan kepada pasangan Jokowi-JK lebih dari 60 persen. (Ant) (Sumber Aktual.co)
Cara Belajar Gitar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar